Breaking News
Loading...
Kamis, 19 Juli 2018

Tangisan Umar bin Khattab

Suatu hari Umar bin Khattab masuk menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di dalam rumahnya, sebuah ruangan yang lebih layak disebut bilik kecil disisi masjid Nabawi. Di dalam bilik sederhana itu, beliau mendapati Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sedang tidur di atas tikar kasar hingga gurat-gurat tikar itu membekas di badan beliau.
Melihat keadaan ini membuat Umar menitikkan air mata karena merasa iba dengan kondisi Rasulullah.
“Mengapa engkau menangis, ya Umar?” tanya Rasulullah.
“Bagaimana saya tidak menangis, Kisra (penguasa Persia) dan Kaisar (raja Romawi) duduk di atas singgasana bertatakan emas,” sementara tikar ini telah menimbulkan bekas di tubuhmu, ya Rasulullah. Padahal engkau adalah kekasih-Nya,” jawab Umar.

Rasulullah kemudian menghibur Umar, beliau bersabda, “Mereka adalah kaum yang kesenangannya telah disegerakan sekarang juga, dan tak lama lagi akan sirna, tidakkah engkau rela mereka memiliki dunia sementara kita memiliki akhirat?“
Beliau shallallahu alaihi wasallam melanjutkan lagi, “Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang bepergian di bawah terik panas. Dia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian pergi meninggalkannya.“
Penguasa emang identik dengan kemewahan. Tetapi, pemimpin umat Islam, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bertahan dengan kesederhanaannya.
Saat Umar bin Khattab menjadi khalifah, ia membuat peraturan untuk para gubernur, yaitu,
1. Tidak boleh memiliki kendaraan mewah.
2. Dilarang memakai pakaian tipis halus dan mahal harganya.
3. Dilarang makan makanan yang enak-enak.
4. Tidak boleh menutup rumah bila orang memerlukannya.
Semoga kesederhanaan dan kesabaran Baginda Rasulullah dalam memimpin dapat menjadi teladan buat kita semua.
Next
This is the most recent post.
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2013 Generasi Muslim All Right Reserved | Powered By: Blogger